Home Berita LLDIKTI Capaian LLDIKTI Wilayah X Tahun 2019

Capaian LLDIKTI Wilayah X Tahun 2019

580
0
SHARE
Capaian LLDIKTI Wilayah X Tahun 2019

Kita telah melewati tahun 2019 dengan sangat baik. LLDIKTI Wilayah X sudah menjalankan program yang sudah direncanakan bersama, dan sekarang kita sudah bisa melihat hasilnya. Semua kita telah memberikan pelayanan terbaik kepada stakeholders.

Mari kita jadikan tahun ini untuk memberikan yang terbaik dalam pelayanan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Kepri).

Hal tersebut disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah X, Prof. Dr. Herri, MBA dalam sambutannya pada pertemuan awal tahun 2020 kepada karyawan di ruang sidang gedung utama, Kamis (2/1/2020).

Prof. Herri mengatakan dari target yang direncanakan di awal tahun 2019, angka capaiannya sudah melampaui. Perjanjian Kinerja (PK) LLDIKTI tahun 2019 dengan Kemenristekdikti menargetkan 60 persen program studi terakreditasi minimal B.

“Alhamdulillah, di akhir tahun 2019 capaiannya mencapai angka 60,9 persen. Dari jumlah keseluruhan, terdapat sebanyak 573 program studi yang sudah terakreditasi minimal B dari 940 program studi di LLDIKTI Wilayah X,” kata Prof. Herri.

Data per 20 Desember 2019 menunjukkan ada 28 program studi PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X terakreditasi A. Sumatera Barat 8 program studi, Riau 15 program studi, dan Kepulauan Riau 5 program studi. Jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, kata Prof. Herri untuk perguruan tinggi unggul atau terakreditasi A, LLDIKTI Wilayah X merencanakan Universitas Islam Riau, Universitas Internasional Batam, dan Politeknik Caltex Riau.

“Ketiga perguruan tinggi tersebut memiliki potensi untuk menjadi perguruan tinggi unggul atau terakreditasi A. Mari kita tingkatkan layanan dalam peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di LLDIKTI Wilayah X ,” kata Prof. Herri.

Lebih lanjut, Prof. Herri menjelaskan bahwa LLDIKTI Wilayah X sudah memiliki Gugus Layanan Mutu (Gulamu) sebagai salah satu aplikasi layanan mutu bagi perguruan tinggi. Gulamu yang bisa diakses pada tautan http://es.kopertis10.or.id dirancang untuk melayanani pendampingan pengembangan dokumen SPMI, pendampingan monev dan audit SPMI, dan layanan pendampingan akreditasi.

Dari hasil monitoring dan evaluasi Ditjen Belmawa, LLDIKTI Wilayah X terbukti secara positif meningkatkan mutu perguruan tinggi dan program studi. Apresiasi tersebut diberikan langsung oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan serta Direktur Penjaminan Mutu di Jakarta pada Desember lalu.

Penguatan mutu di LLDIKTI Wilayah X dapat dilihat dari berbagai aktivitas penguatan internal berupa penyediaan fasilitas layanan, pembuatan aplikasi, dan pengembangan sistem. Tiap layanan ini dibangun dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, jumlahnya juga sudah meningkat dari tahun sebelumnya. Dari 9 ribuan dosen di LLDIKTI Wilayah X, sebanyak 724 penelitian dari 8 dan 93 proposal pengabdian dari 6 skema lolos hibah pendanaan Kemenristekdikti.

Laboratorium LLDIKTI Wilayah X juga sudah berperan dengan sangat baik. Sebagai sarana penunjang tridharma perguruan tinggi, laboratorium LLDIKTI Wilayah X manfaatnya sudah dirasakan oleh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam melakukan praktikum dan penelitian.

Prof. Herri berharap agar motivasi dosen menjadi guru besar, lektor kepala juga terus meningkat. Lakukan penelitian dan pengabdian sesuai dengan kebutuhan dan hasilnya mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

Prof. Herri juga mengajak seluruh karyawan agar kinerja serta layanan di LLDIKTI Wilayah X terus ditingkatkan sehingga memudahkan perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu penyelenggaran pendidikan tinggi serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi.

Tidak hanya itu, pelaksanaan Entrepreneurship Award (EA) juga telah sukses diselenggarakan untuk ketiga kalinya. 623 proposal dan kuesioner mahasiswa masuk penilaian.

“Semoga mahasiswa kita berhasil membangun usaha mereka dan menjadi pengusaha yang sukses dalam mengelola sumber daya alam Indonesia. Semoga tahun ini, pada penyelenggaraan EA yang keempat nanti di jambi akan lebih sukses dan melahirkan pengusaha muda.” tutup Prof. Herri. (Subbag TUBMN)