Home Berita LLDIKTI Ditjen Belmawa Monev, Ukur Impact dan Outcome Pelaksanaan Program di Perguruan Tinggi

Ditjen Belmawa Monev, Ukur Impact dan Outcome Pelaksanaan Program di Perguruan Tinggi

528
0
SHARE
Ditjen Belmawa Monev, Ukur Impact dan Outcome Pelaksanaan Program di Perguruan Tinggi

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti melakukan monitoring dan evaluasi terkait beberapa program pembelajaran dan kemahasiswaan pada perguruan tinggi di ruang sidang lantai 2 LLDIKTI Wilayah X, Rabu (16/10).

Tim monev Ditjen Belmawa Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk mengukur dampak serta hasil pelaksanaan program pembelajaran dan kemahasiswaan di perguruan tinggi.

“Kegiatan yang kami monev adalah program yang mendapatkan bantuan langsung dari Ditjen Belmawa Kemenristekdikti,” ucap Prof. Yonny.

Beberapa program yang dimonev adalah Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Informasi Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL), bidikmisi, tracer study, MTQMN, uji kompetensi, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta klinik SPMI.

Beberapa perwakilan pimpinan PTS dan mahasiswa turut hadir untuk melaporkan hasil pelaksanaan program dan memberikan tanggapan serta saran terkait terkait program Ditjen Belmawa.

“Pada program SPMI, alhamdulillah, dari kegiatan yang dilaksanakan Ditjen Belmawa dan LLDIKTI Wilayah X, kami sangat terbantu serta sudah memahami dan menerapkan siklus Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi Pelaksanaan, Pengendalian, Peningkatan (PPEPP). Pengambangan standar sesuai SN Dikti pun sudah kami lakukan,” ucap peserta monev dari Universitas Baiturrahmah.

Ia menambahkan, dari proses PPEPP yang sudah dilaksanakan, kami juga membutuhkan bimtek khusus, yaitu audit berbasis resiko.

Dalam penerapan SPMI, Prof. Yonny mengapresiasi PTS yang sudah menerapkannya dengan baik. Harapannya, pengelolaan SPMI di PTS dilakukan dengan penuh tanggung jawab serta memiliki komitmen bersama dalam peningkatan mutu.

“SPMI itu ibarat quality control perguruan tinggi dalam menciptakan budaya mutu. Jangan sampai setelah diundang ikut pelatihan peserta tidak melakukan apa-apa di kampus,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, seorang peserta yang merupakan alumni turut bertanya tentang pelaksanaan uji kompetensi. Ia mengungkapkan, sudah tiga kali mengikuti uji kompetensi, tetapi sampai sekarang belum lulus.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Yonny menjelaskan melihat turunnya angka kelulusan uji kompetensi, diharapkan agar perguruan tinggi saat pembekalan menghadapi ujian kompetensi, item yang menjadi kendala peserta ujian agar terus digali dan didalami kompetensinya.

Selain itu, Prof. Yonny juga mengatakan agar mahasiswa terus melakukan kreasi. Tidak hanya cerdas secara akademik, mahasiswa juga diharapkan cerdas spiritual dan emosionalnya. Leadership juga penting.

“Mahasiswa bisa mulai berwirausaha sejak kuliah. Kembangkan terus potensi yang ada. Riset membuktikan, kesuksesan seseorang sangat didukung oleh soft skill. Persentasenya sangat besar. Belajar dan teruslah belajar,” tutup Prof. Yonny.

Menutup kegiatan monev Ditjen Belmawa, Sekretaris LLDIKTI Wilayah X Yandri. A, SH, MH mengatakan agar perguruan tinggi terus meningkatkan mutunya. Sekretaris Lembaga juga berpesan kepada mahasiswa bidikmisi agar terus meningkatkan prestasi serta aktif pada kegiatan kampus. (Subbag TUBMN)