Home Berita LLDIKTI Prof. Herri: Wujudkan Generasi Emas Sadar Pajak

Prof. Herri: Wujudkan Generasi Emas Sadar Pajak

462
0
SHARE
Prof. Herri: Wujudkan Generasi Emas Sadar Pajak

Perwujudan generasi bangsa yang mempunyai karakter cinta tanah air dan bela negara serta menjadikan kesadaran pajak sebagai salah satu nilai budaya bangsa perlu ditanamkan dari generasi ke generasi.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bekerja sama dengan LLDIKTI Wilayah X menyelenggarakan bimbingan teknis pembelajaran kesadaran pajak bagi perguruan tinggi. Program ini merupakan upaya bersama menanamkan kesadaran pajak kepada peserta didik dan tenaga pendidik melalui integrasi materi kesadaran pajak dalam kurikulum pendidikan tinggi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Sumatera Barat dan Jambi Lindawaty saat Bimtek Pembelajaran Kesadaran Pajak Pada Pendidikan Tinggi di Aston Jambi Hotel & Conference Center, Selasa (1/10).

Sebanyak 48 dosen pengampu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di provinsi Jambi hadir sebagai peserta.

Lindawaty mengatakan DJP dan Kemenristekdikti telah mempersiapkan “alat” untuk menerapkan inklusi kesadaran pajak, seperti Buku Materi Terbuka Kesadaran Pajak, Buku Mata Kuliah Wajib Umum sebagai bahan ajar yang sudah terintegrasi materi kesadaran pajak, yaitu Buku Pendidikan Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan. Selain itu juga sudah ada lagu dan logo sadar pajak serta microsite khusus yang bisa diakses pada laman edukasi.pajak.go.id.

Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr. Herri, MBA dalam sambutannya mengatakan bahwa materi kesadaran pajak bukan mata kuliah sendiri melainkan materi kesadaran pajak yang disisipkan pada saat menyampaikan materi kuliah, tugas, ujian maupun saat diskusi dengan mahasiswa.

Inklusi kesadaran pajak ini merupakan program kerja sama DJP dengan Kemenristekdikti. Bahan ajar pun telah disediakan untuk MKWU. Oleh karena itu, diharapkan semua dosen untuk menyisipkan materi ini dan menjelaskan tentang manfaat pajak dan pentingnya pajak dalam mata kuliah yang diajarkan serta nantinya juga disisipkan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

“Mari kita sukseskan program ini demi negara Indonesia dan sebagai bentuk perwujudan cinta tanah air. Generasi emas yang taat pajak,” ungkap Prof. Herri.

Drs. Suparman Khan, M.Hum dosen mitra inklusi dari Universitas Bung Hatta (Kampus Piloting Penerapan Inklusi) mengatakan kepada peserta bahwa kita semua sudah merasakan pajak dan kita sadar bahwa pajak itu penting. Oleh karena itu, mari kita sampaikan pesan-pesan inklusi pajak pada saat kita mengajar nanti.

Suparman juga memaparkan tentang pengalaman menerapkan inklusi kesadaran pajak pada mata kuliah pendidikan Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan serta memberikan contoh RPS yang sudah bermuatan kesadaran pajak.

Pada kesempatan tersebut, tim fasilitator inklusi pajak Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi, Bayu dan Nova turut menyampaikan tentang overview pajak, overview inklusi pajak dan contoh materi yang dapat disampaikan oleh dosen pada saat perkuliahan. (Rm)