STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 1076113 kali
Kopertis X Tantang UIR Naikkan Status PT Jadi A dan Masuk Top 100 Nasional
Ditulis oleh : Admin - Bidang : Kelembagaan

05 Mei 2018 - 23:05:08 WIB

Pekanbaru - Kopertis Wilayah X menantang Universitas Islam Riau menaikkan status akreditasi perguruan tinggi menjadi A, dan masuk daftar 100 Top nasional. Tantangan itu diharapkan dicapai UIR pada tahun 2019 depan.

''Kita tantang Pak Rektor dan staf menaikkan akreditasi perguruan tinggi dari sekarang B menjadi A. Juga membawa UIR masuk Top 100 nasional,'' kata Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah X, Yandri. A, S.H., M.H. dalam sambutannya pada acara Wisuda Ahli Madya, Sarjana, dan Magister Periode II Mei 2018 yang berlangsung di Kampus UIR Marpoyan Pekanbaru, Sabtu pagi (5/5/2018).

Menurut Yandri, tantangan untuk UIR sangat rasional. Dilihat dari kondisi perguruan tinggi swasta di Kopertis Wilayah X, jumlah PTS di empat provinsi itu sekarang tercatat 250 termasuk UIR. Dari jumlah tersebut belum satupun akreditasi perguruan tinggi berstatus A. Jumlah program studi sebanyak 928 dan 55 persen di antaranya berakredsitasi A dan B. 

Uniknya prodi berakreditasi A hanya terdapat 13, sembilan di antaranya ada di UIR. Dengan data itu, Yandri yakin UIR mampu menjadi universitas unggul dengan status A dan masuk 100 top nasional. Sebab di universitas tertua ini terdapat 11 guru besar dan 94 dosen bergelar doktor.

''Kopertis Wilayah X hanya memiliki 21 orang guru besar dan 500 dosen bergelar doktor. 11 profesor dan 94 doktor ada di Universitas Islam Riau. Jadi, sangat mungkin bagi UIR menaikkan akreditasi perguruan tinggi dan masuk 100 top nasional. Perkuat terus kerjasama dan berikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sebagai wujud dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi,'' ucap Yandri.

Yandri memberi tiga catatan penting untuk peningkatan dan pengembangan Universitas Islam Riau. Pertama, jadikan kejujuran dan ketauladanan sebagai tonggak pengembangan perguruan tinggi ini. Sebab kejujuran dan ketauladanan mampu menghasilkan mahasiswa kaya dengan soft skill. ''Ketika lulusan kita mengabdi di masyarakat, kita tuntut agar mereka menjadi lulusan yang teladan dan jujur,'' tegas Yandri.

Kedua, pengembangan kualitas sarana dan prasarana. Perguruan tinggi harus memperkuat pengembangannya dengan teknologi berbasis digital. Yandri mengapresiasi kinerja UIR yang sudah meluncurkan aplikasi anti plagiat untuk mengecek plagiasi skripsi, jurnal, dan hasil penelitian. Ketiga, peningkatan kompetensi dosen ke jenjang yang lebih tinggi.

Yandri menambahkan, kini kita berada di era globalisasi, ada juga yang menyebut era industri 4.0. Era ini telah banyak mempengaruhi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Globalisasi telah banyak memberi pengaruh terhadap kehidupan politik dan demokrasi di masyarakat.

Prinsip transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas sangat dituntut oleh masyarakat. Demikian juga di bidang ekonomi, globalisasi berpengaruh pula di mana dengan berlakunya perdagangan bebas baik di tingkat regional maupun nasional menjadikan sistem perekonomian kita bertumpu pada mekanisme pasar. Kompetisi harga dan produk semakin tinggi sehingga sistem perekonomian konvensional seperti koperasi dan padat karya sangat sulit berkembang.

Di bidang sosial, nilai-nilai asing begitu mudah masuk lewat media yang mengakibatkan minat pada budaya lokal menurun diganti dengan gaya hidup individualisme dan hedonisme. ''Sekarang kita juga menyaksikan bahwa kita telah bisa menjelajahi dunia maya menggunakan komputer. Kita juga menyaksikan penggunaan otomatisasi di segala bidang yang semua berbasis kepada teknokogi informasi,'' kata Yandri.

Kita, lanjutnya, harus memahami bahwa globalisasi banyak membawa perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi kita juga harus memanfaatkan globalisasi menjadi faktor untuk menunjang percepatan kehidupan bangsa dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. Ia menegaskan, ada dua faktor yang akan meningkatkan daya saing bangsa, yakni kualitas sumber daya manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

Individu yang memiliki penguasaan Iptek yang baik akan menjadi individu yang unggul di masa depan. ''Harapan kita, lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas mampu melahirkan individu yang berkualitas dengan penguasaan Iptek yang baik. Kita yakin, dengan kualitas individu dan Iptek yang baik kita mampu menjawab tantangan era globalisasi,'' ungkap Yandri. (*)

AGENDA KOPERTIS TERBARU
JAJAK PENDAPAT
Berapa Tingkat Kepuasan Anda Terhadap Pelayanan Kopertis Wilayah X
Puas Sekali
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas

HASIL POLLING