Home Berita LLDIKTI Ditjen Risbang Kemenristekdikti Monev Implementasi Kesiapan Teknologi Riset Perguruan Tinggi

Ditjen Risbang Kemenristekdikti Monev Implementasi Kesiapan Teknologi Riset Perguruan Tinggi

629
0
SHARE
Ditjen Risbang Kemenristekdikti Monev Implementasi Kesiapan Teknologi Riset Perguruan Tinggi

Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti bekerja sama dengan LLDIKTI Wilayah X melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi Permenristekdikti nomor 42 Tahun 2016 tentang Kesiapterapan Teknologi serta Permenristekdikti nomor 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah kepada PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X, Selasa (5/11).

Sebanyak 86 peserta dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X hadir dalam acara tersebut.

Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof. Dr. Herri, MBA mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi dari Ditjen Risbang dalam melihat pelaksanaan serta tingkat pemahaman perguruan tinggi terhadap aturan tersebut. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menambah pemahaman yang berkaitan dengan riset di perguruan tinggi serta tingkat kesiapan teknologi yang dihasilkan.

“Ada 9 Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) dalam riset. Semakin tinggi tingkatannya, semakin menunjukkan bahwa riset tersebut bisa menghasilkan barang dan jasa atau paten. Semakin rendah TKT riset, artinya masih sebatas konsep teori, laporan penelitian yang belum mampu menghasilkan barang dan jasa sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Prof. Herri.

Prof. Herri mengatakan bahwa Pemerintah berharap penelitian dosen itu mampu mencapai TKT 9, sehingga diharapkan mampu mengahsilkan barang dan jasa dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap barang-barang yang teknologinya berasal dari luar negeri. Jurnal juga penting sebagai wadah dalam menampung hasil penelitian dosen dan mensosialisasikan serta mendiseminasikan hasil penelitian.

“Untuk itu, diharapkan dosen memahami dan bisa melaksanakan peraturan tersebut serta mensosialisakan kepada dosen di kampus masing-masing tentang pentingnya TKT riset yang bedampak pada output dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutup Prof. Herri. (Subbag TUBMN)